Rabu, 15 April 2015

Minggu Pertama

Sabtu 28 Februari 2015 tepatnya dua hari sebelum PI (Praktik Industri), itulah hari penuh haru ketika aku harus berpisah dengan teman-teman terlebih teman terdekatku disekolah. Nyamannya berada didekapan seorang teman adalah hal yang aku rindukan hingga detik ini. Canda tawa serta kebersamaan yang membuatku semakin rindu akan suasana dikelas. Tidak ada cerita gosip, tidak pernah lagi mendengar kehebohan alay dimanapun kita berada, dan tidak ada lagi bullyan-bullyan untuk sekedar bercanda. Tiga bulan bukanlah waktu yang singkat untuk merasakan kekonyolan itu. Jarum jam tanganku menunjukkan pukul 14:00 wib, waktu dimana suasana berubah menjadi tangis kesedihan. Satu sama lain saling berpelukan memberi pesan agar tidak lupa maem terlebih sholat lima waktu sebagaimana umat islam meenjalankannya serta menjaga diri dimanapun berada.

Menit yang lalu telah berubah menjadi detik yang menegangkan. Sekian lama kami menanti, hari yang ditunggu pun datang. Iya, Pratik Industri atau sebut saja PI. Meski berat rasa dihati untuk jauh dari teman, namun dalam hati berkata ingin berkarya.

Senin, 02 Maret 2015 adalah hari pertamaku magang di Puspadanta. Pagi itu aku bangun jam 04:30 wib dan seperti biasa aku bergegas masuk kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan mandi. Selesai mandi aku memunaikan sholat shubuh sebagaimana islam agamaku. Rasa bimbang terus menghantuiku. Entah mau berfikir dari mana, semua jadi satu dalam fikiranku. “Bagaimana mungkin aku bisa menahan rindu terhadap teman-temanku ?”ucap batinku. Tidak kupikir panjang lagi aku langsung bersiap-siap untuk berangkat PI. Jarum jam dinding rumah menunjukkan pukul 06:30 wib,  tiba-tiba temanku datang untuk menjemputku. Panggil saja Farida. Tidak lupa aku berpamitan kepada orangtua sebelum berangkat. 

Ditengah perjalanan menuju Puspadanta kami bersenda gurau. Sesampai dilokasi tempat dimana kami PI yang beralamat di Jl.Imogiri Timur Km.10 Kerto 04/05 Pleret Bantul,  salah seorang temanku sapa saja Asni sudah berada ditempat. Selang beberapa menit teman-teman prakerin  lainnya dari SMK N 1 Klaten tiba dipuspadanta. Kamipun saling sapa dengan senyuman hangat dan jabat tangan. 

Awal kami prakerin disambut ramah oleh Bapak Ali Masrum selaku Executive Producer Puspadanta. Kami di perkenalkan pula kepada Mbak Rully, Mbak Lala, Mas Ikang, Mas Tyas dan Mas Nono kepada kepada kami. Mbak Rully dan Mbak Lala adalah pembimbing naskah narasi kami sedangkan Mas Ikang, Mas Tyas, dan Mas Nono adalah pembimbing kami di bidang video editing dan pengambiln gambar. Dalam kesempatan yang sama, kami pun di perkenalkan dengan siswa dari SMK N 1 Klaten yakni Rina, Vina, Laras, Erlin, Sri, Rahma, Imah, Putri, Amel, Riska, Priska dan Diyah.  Mereka mampu menjalin silaturahmi dengan baik dan sopan. Sejak itulah kami menjadi satu keluarga di Puspadanta. Tak hanya SMK N 1 Bantul dan SMK N Klaten saja, ternyata juga ada teman-teman lain dari SMK N 6 Purworjo, SMK N 1 Purwokerto dan SMK Sragen yang melaksanakan prakerin di Puspadanta. 

Selain perkenalan kami di ajarkan materi pembuatan narasi. Dengan di pandu Mbak Rully kami semua berlatih untuk belajar bagaimana cara membentuk karakter suara yang enak di dengar. Tugas pertama prakerin di Puspadanta adalah membuat teks narasi dengan tema event di sekolah masing-masing. kesempatan kali ini, aku memilih tema “Try Out SMP/MTSn Sederjat Wilayah Kabupaten Bantul”. 

Dua jam kemudian, semua siswa magang harus mempresentasikannya. Sambil menunggu namaku dipanggil, aku terus berlatih agar maksimal saat presentasi. Tidak lama kemudian, Mbak Rully memanggilku untuk presentasi. Tidak diduga komentar yang diberikan sangat menambah semangatku, hanya saja smile voice dan pemilihan bahasanya kurang tepat. 

Hari selanjutnya, Selasa 03 Maret 2015, entah kenapa pagi itu aku tampak lebih bersemangat. Tanpa diketahui sebelumnya sebuah pertunjukan stand up comedy telah dsiapkan oleh teman-teman prakerin dari SMK Purwokerto dan SMK Sragen yang dibuat sebagi TA atau Tugas Akhir. Tidak terasa, sudah 3 jam kami mengamatinya. Tiba saatnya kami mendapat materi baru yang dipimpin oleh Mas Ikang dan Mas Tyas berupa cara pengambilan gambar yang benar tanpa goyang. 

Tugas kedua prakerin di Puspadanta berupa pengambilan 20 angel dilingkungan sekitar. Dalam tugas ini, dibentuk 3 kelompok  masing-masing terdiri dari 6 anak. Akubergabung dengan kelima temanku dari SMK N 1 Bantul. Saat itu juga kami bergegas untuk segera menyelesaikan tugas tersebut. Azan dhuhur berkumandang kami makan dan sholat sebagimana islam agamanya. 5 jam kurang lebihnya kami berproses, kembalilah kami ke Puspadanta tercinta. Sampai di Puspadanta, Mas Ikang dan Mas tyas mengoreksi hasil satu persatu, tiba waktunya hasilku dikoreksi. Dagdigdugderrrr rasanya, dalam hati sih hasilku udah bagus dan tidak ada yang goyang . eh ternyata bener enggak ada yang goyang sama sekali, hanya kayak gempa. Adduuuhh sumpah langsung syok banget. Dan yang bikin pikiran itu 1 angel goyang maka harus mengganti 2x lipatnya. 

Kesimpulannya hasilku harus ngulang 40x ! “enak wooee”batinku. Tapi tidak hanya hasilku saja yang mengulang 40x angel, namun masih banyak siswa prakerin  lain yang juga mengulang. Nyaman dikitlah ada temennya. Hahaaaa ...

Hari semakin sore. Matahari terbenam bersama cerahnya cahaya awan dilangit. Hingga tiba saatnya hari ketiga magang di Puspadanta tiba. Saat itu aku bersama temanku Farida berangkat lebih awal untuk mempersiapkan handicam yang akan dipakai kami. Setelah anggota kelompok kami berkumpul, tanpa membuang waktu kami langsung bergegas untuk mengulang pengambilan gambar hari kemarin. Hasilnya sih lumayan daripada yang pertama. Ada peningkatanlah dari 40 angel menjadi 20 angel. Agak tentrem dikitlahh. Hahaa .

Hari berikutnya, materi sudah di siapkan oleh Mbak Rully yakni cara recording narasi. 2 jam aku berlatih. Aku memberanikan diri untuk recording yang didampingi salah satu teman prakerin dari SMK Sragen sebut saja Sri. Kesempatan kali ini, aku membaca narasi yang berjudul “Program ATI diKelurahan Umbulharj DIY”. Satu difikaranku saat itu bagaimana caranya aku bisa menyelesaikan take shoot itu !

Keesokan harinya aku berfikir ini hari keberuntunganku. Tanpa disangka fikiran itu jadi kenyataan . Yakni aku dapat menyelesaikan tugas take shoot video tersebut. Meskipun dalam jangka waktu yang cukup panjang. Senyum lepasku dapat kurasakan setelah pembimbingku memberikan nilai dibuku laporanku. Yang berawal dari C menjadi B. Aku pulang tanpa beban dibenakku. Malam itu pun aku dapat tidur dengan pulas. 

3 komentar:

  1. Astuti, beberapa kalimat kamu menggunakan kata yang kurang pas sehingga sulit untuk dipahami.

    BalasHapus
  2. Terdapat beberapa tulisan yang sulit untuk di mengerti dan penulisannya ada yang kurang teliti.

    BalasHapus
  3. kasih gambar kak biar gak jenuh pembacanya

    BalasHapus