Jumat, 24 April 2015

SYARAT PEMAGANGAN/ PRAKERIN Di Puspadanta

Mengkutip Dari : www.puspadanta.net

a. Koordinasi pendaftaran pemagangan selambat-lambatnya 2 bulan dari jadwal pelaksanaan
b. Tiap sekolah mengirimkan minimal 6 calon peserta magang dan maksimal mengirimkan 25 calon peserta magang (dari kelas berbeda dengan    jurusan yang sama
c. Calon peserta magang / prakerin membawa surat pengajuan Magang/ Prakerin dari SMK/ Kampus atau lembaga pembelajaran setempat yang sudah disahkan oleh Guru/ Dosen pembimbing atau yang terkait. Selambat-lambatnya 2 minggu sebelum pelaksanaan.
d. Sekolah/ Kampus/ Lembaga lain wajib membawa Surat Kesepakatan Bersama atau MOU dengan DUDI Puspadanta Production yang sudah disahkan disaat waktu pelaksanaan magang/ prakerin
e. Tiap Calon Peserta Magang/ Prakerin dikenakan biaya administrasi :








f. Peserta magang mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan
g. Menyerahkan foto berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar
h.Tiap peserta magang wajib mematuhi tata tertib yang berlaku di Puspadanta production.
i. Monitoring dari sekolah minimal 2 kali dalam jangka waktu pelaksanaan.



Khasiat Daun Kangkung untuk Menghilangkan Ketombe

Mengkutip Dari : www.puspadanta.com

--- Apakah anda tahu jika daun kangkung dapat digunakan untuk menghilangkan ketombe? Ternyata daun kangkung dapat dipakai untuk menjaga kesehatan kepala anda. Caranya adalah dengan :
Tips daun kangkung untuk menghilangkan ketombe:
Ambil satu ikat daun kangkung yang masih segar,
Cuci bersih daun kangkung, kemudian rebus dengan takaran air sebanyak 2 gelas. Teruslah direbus hingga tersisa 1 gelas.
Saring airnya, dan dinginkan airnya.
Remas-remas daun kangkung yang tadi direbus, lalu usapkan ker rambut yang berketombe.
Biarkan sampai kurang lebih 30 menit.
Bilas dengan air rebusan daun kangkung yang sudah didinginkan tadi.
Lalu cuci rambut dengan air bersih.
Semoga bermanfaat, dan Bye-Bye Ketombe……… (Lala)


Adiwiyata Membentuk Pribadi Siswa Menjadi Lebih Baik

Mengkutip Dari : www.puspadanta.com

--- Adiwiyata adalah program penghijauan yang dilakukan dalam menjaga kelestarian dan kebersihan longkungan hidup. Program ini bermanfaat untuk memberikan kesadaran untuk lebih peduli lingkungan, penghijauan dan kebersihan.
Salah satu sekolah yang membentuk kepribadian adiwiyata di lingkungannya adalah SMA N 1 Jetis. SMA N 1 Jetis merupakan salah satu  sekolah yang berhasil mendapatkan penghargaan nasional adiwiyata. Di sekolah ini para guru, staf, dan siswa berperan dalam menjaga lingkungan sekolahnya menjadi lebih sehat dan hijau //
Menurut Bapak Bambang Yunan selaku  wakil kepala kesiswaan SMA N 1 Jetis Bantul, dalam membentuk keperibadian siswa yang baik, sekolah  mengadakan berbagai program salah satunya yaitu  adiwiyata. program ini penting dalam  membentuk karakter siswa dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.  Dengan kesadaran untuk melestarikan lingkungan sekitar secara terus menerus, nantinya dapat menumbuhkan karakter adiwiyata di setiap anggota  keluarga besar SMA N 1 Jetis .
Menurut Ibu Yati Utami Purwoningsih selaku penggerak adiwiyata SMA N 1 Jetis Bantul bahwa dalam menumbuhkan keperibadian siswa dapat di lakukan dengan cara berbagai cara, seperti  mengadakan kegiatan cinta lingkungan, menanam tanaman herbal, membuang sampah pada tempatnya, memberikan pelatihan secara rutin tentang bahaya narkoba, dan pentingnya melestarikan lingkungan . Peran guru pun sangat penting dalam menumbuhkan kepribadian siswa, guru menjadi roll model atau  panutan bagi siswa sehingga para guru di SMA N 1 Jetis senantiasa memberikan contoh nyata terhadap siswanya. (Lala)



Dinas Kebudayaan DIY Meriahkan HUT Kabupaten Gianyar Ke-244

Mengkutip Dari : www.puspadanta.com

--- Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan suku, pulau dan bahasa telah membuat daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Dengan motto Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi satu jua telah menjadikan Indonesia negara yang toleran terhadap perbedaan dan menghargai daerah satu dengan yang lain. Seperti yang baru saja dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DIY yang meramaikan Hari Ulang Tahun Kabupaten Gianyar Bali yang ke- 244. Dinas Kebudayaan DIY membawa tim kesenian yang mewakili 4 kabupaten dan 1 kota di DIY. Mereka membawakan berbagai atraksi kesenian yang menggambarkan bahwa Yogyakarta sangatlah menarik dan indah serta bersahabat. Menurut Dra.Eni Lestari selaku Kepala Seksi Kesenian Dinas Kebudayan DIY, kebudayaan Yogyakarta yang belum dikenal dapat diangkat dan diapresiasi oleh masyarakat, sehingga nantinya akan meningkatkan potensi di bidang kebudayaan atau kesenian masyarakat Yogyakarta.
Sekitar 80 anggota tim yang terdiri dari seniman-seniman dan beberapa staf dinas kebudayaan DIY meramaikan acara HUT kabupaten Gianyar ke-244 (17/4/2015) dengan pertunjukan seni dan pawai  budaya. Pertunjukan seni yang digelar di open stage Balai Budaya menampilkan berbagai seni tradisi yang ada di DIY seperti Tari Bangilun atau Angguk, Tari Badui, Jathilan dan lain-lain. Semua tari-tarian tersebut di kreasikan dengan sangat menarik hingga menjadi pertunjukan seni yang berkualitas tinggi dengan durasi lebih kurang 7 menit. Setiap seni yang ditampilkan mempunyai ciri khas DIY, seperti Tari Angguk yang merupakan ciri khas kabupaten Kulonprogo/ tarian yang menceritakan Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayeng Prono dalam Serat Ambiyo. Tarian yang biasa dimainkan secara berkelompok oleh penari wanita dengan kostum serdadu Belanda dan dihiasi gombyok barang emas, sampang, sampur, topi pet warna hitam dan kaos kaki warna merah/kuning dan mengenakan kacamata hitam. Sedangkan untuk tari badui yang termasuk dalam tari tradisi yang berasal dari daerah Sleman merupakan jenis tarian rakyat yang menggambarkan suatu adegan peperangan atau serombongan prajurit yang sedang latihan perang, biasanya penyajian tari ini dilakukan secara kelompok  dan berpasangan.
Jika dilihat dari latar belakang Gianyar sebagai pusat budaya ukiran di Bali, tentu saja selaras dengan Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga mempunyai kebudayaan dan kesenian yang tinggi. Oleh karena itu dalam perayaan kabupaten Gianyar ke-244, tim kesenian DIY meramaikan pawai budaya Gianyar 2015. Dalam pawai budaya tim kesenian DIY menampilkan tema Golong-gilig Ngayogyakarta. Tema tersebut menggambarkan persatuan 4 kabupaten dan 1 kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pawai kebudayaan dimulai dari Balai Budaya menuju GOR Kebo Iwa Gianyar lebih kurang menempuh perjalanan sejauh 1 km. Tim kesenian DIY lebih kurang 80-an orang berjalan kaki dengan menampilkan berbagai kostum yang menarik. Ada yang berperan sebagai penabuh gamelan, pembawa properti wayang dan penari tradisi DIY.
Menurut Setyawan Sahli,MM selaku kepala Bidang tradisi dan Budaya dinas Kebudayaan DIY, dari tanggal 25-27 April juga diselenggarakan pawai budaya, dalam hal ini Dinas Kebudayaan DIY mengirimkan 1 kontigen. Ia berharap  Yogyakarta dapat dikenal oleh masyarakat Bali dan daerah lainnya, serta dapat mengembangkan kesenian DIY sehingga dapat dikenal di masyarakat luas. (lala/pus)


Manfaat Sayuran Hijau untuk Tubuh

Mengkutip Dari : www.puspadanta.com

Puspadanta – Banyak orang yang tidak menyukai sayuran, terlebih lagi anak kecil. Walaupun sebenarnya sayuran hijau memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Semakin hijau warna sayuran, semakin tinggi pula kandungan nutrisinya.
Inilah beberapa manfaat yang didapatkan bila rajin makan sayuran hijau diantaranya:
Sayur menjadi sumber serat yang bebas lemak, sehingga cocok untuk menu diet sehat,
Jika dimakan tanpa tambahan lainnya, sayuran hijau mengandung kalori kurang dari 25 per porsi. Makan seporsi sayuran hijau memiliki kenyang yang sama dengan setangkup roti gandum,
Sayuran hijau tidak hanya membuat konsentrasi lemak dalam darah bisa tetap terjaga, namun juga menjaga kita terhindar dari berbagai serangan penyakit akibat gangguan pada pembuluh darah, seperti hipertensi, stroke, diabetes, jantung koroner, dan katarak,
Sayuran kaya akan kandungan betakaroten, alfakaroten, dan lutein yang terbungkus dalam klorofil. Dengan banyak makan sayuran hijau, klorofil akan melindungi sel lemah dari serangan benih kanker. Jika di dalam tubuh terdapat benih kanker, maka benih tersebut akan memilih sel lemah, sehingga sel tersebut mudah dilumpuhkan.,
Sayuran mengandung vitamin-vitamin yang bekerja sebagai antioksidan dengan cara mengikat lalu menghancurkan radikal bebas, serta mampu melindungi tubuh dari reaksi oksidatif yang menghasilkan racun di tubuh,
Beberapa jenis sayuran hijau seperti sawi, bayam dan  brokoli mengandung kalsium yang baik untuk tulang. Makan sayur bisa mengurangi resiko penderita patah tulang, sekaligus membantu pertumbuhan gigi yang sehat dan kuat,
Serat kasar yang ada dalam sayuran tidak bisa terurai oleh sistem pencernaan kita, dan berfungsi sebagai karet busa di dalam usus. Dia akan menyerap zat buangan dan membantu gerakan peristaltik usus untuk mendorong sisa makanan ke luar tubuh.


Manfaat yang dikandung oleh sayuran hijau sangatlah banyak. Hampir semua penyakit bisa dicegah dengan mengkonsumsi sayuran hijau. Oleh karena itu, mulai saat ini konsumsilah sayuran setiap hari. (Lala)

Rabu, 15 April 2015

Minggu Keempat

Minggu ketiga telah terlewati dengan penuh pengalaman, kini aku memasuki minggu ke empat. Hari pertama minggu keempat, yakni Senin, 23  Maret 2015, aku mengerjakan tugas poster garda. Detik demi detik untuk menuju fisihing telah terlewati hingga akhirnya aku berhasil menyelesaikan tugas tersebut.

Nyiapin tripot dulu buat shoot feature kawan 
Hari berikutya, Selasa, 24 Maret 2015, Rabu, 25 Maret 2015 dan Kamis, 26 Maret 2015. tiga hari berturut aku mendampingi teman gardaku untuk mengambil video feature di berbagai tempat. Yakni Stadion Sultan Agung Pacar, dan Pasar Bantul. Tiga hari tanpa henti, kami terus berusaha mendapatkan stock shoot video untuk menyelesaikan feature.

Jum’at, 27 Maret 2015, aku diajak liputan Pak Ikang dan Mas Bintang. Tidak hanya kami bertiga saja, namun juga ada Erlin. Kami ber empat liputan di SMK N 6 Yogyakarta. Di sana kami meliput acara penyerahan hadiah kejuaraan olimpiade di bidang olahraga. Aku senang sekali bisa meliput teman-teman dari berbagai daerah. Salah satunya yaitu dari SMK N 1 Bantul, yang merupakan asal sekolahku. Kebanggaan tersendiri yang aku rasakan saat itu dapat aku sampikan lewat senyum ikhlasku J.


Sampai di Puspadanta, aku di panggil oleh Mbak Lala dengan alasan narasi yang aku buat banyak kesalahan. 4 jam kurang lebihnya aku di sidang Mbak Lala dan Pak Ali. Berbagai kata yang sama sekali belum pernah aku temukan, saat itu juga aku menemukannya. Aku menerimanya dengan hati yang sabar. Sejak itu, tangis dalam hati mulai aku rasakan..

Minggu Ketiga

Tidak terasa hari telah memasuki minggu ketiga. Hari pertama minggu ketiga yaitu Senin, 16 Maret 2015. Hari itu, aku membuat narasi liputan Outbound di Taman Tirta Waterbyuur Bantul bersama temanku yaitu Asni dan Rina. Dengan kebersamaan itu, kami mampu menyelesaikan narasi tersebut dan bergegas untuk merecodnya. Narasi itu aku baca untuk mengedit news. Editan news liputan pada waktu itu, diedit oleh teman saya, sebut saja Asni. Hari itu juga kami bertiga menyelesaikan satu news. Lelah yang kami rasakan terbayar dengan menonton hasil editan kami yang tayang di RBTV.

Hari telah berganti, tanggal 17 Maret 2015 aku menyelesaikan title dan coundown yang telah aku  buat sebelumnya. Tantangan dan keringat yang mengalir untuk mencapai finish sangat aku rasakan. Hari itu, aku merasa semua tugasku telah selesai. Hehe .. namun aku tidak mau membuang waktuku. Maka dari itu aku pergunakan untuk memanagemen file ku yang ada dikomputer bawah.

Hari berikutnya, Rabu, 18 Maret 2015 kami mendapat materi baru dari Pak Ali, yakni pembetukan garda. Beliau menjelaskan dari awal hingga akhir terbentuknya garda. Garda merupakan suatu perusahaan kecil dibawah naungan Puspadanta. Aku digabungkan oleh lima temanku lainnya yakni Farida, Sri, Priska, Putri, dan Ibnu. Garda kami bernama Garda Adinata yang artinya Terdepan dan Terunggul. Tidak lama kemudian, kami diperintahkan oleh Pak Ali untuk mengirimkan cerita pengalaman diPuspadanta selama 2 minggu prakerin di Puspadanta melalui email.

Foto Garda Adinata nihh .. Mana gardamu ?
Kamis, 19 Maret 2015, kami mendapatkan materi baru yaitu Feature. Menurutku, featue merupakan sebuah news dalam durasi yang telah di tetapkan yakni 20 menit. Setelah materi feature disampaikan, kami diperintahkan untuk membuat feature. Pada kesempatan ini, aku memilih tema di Museum Perjuangan yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono no.24 Yogyakarta 55143. Aku langsung membuat narasi trntang museum tersebut

Museum Perjuangan adalah sebuah museum di Yogyakarta yang didirikan untuk mengenang sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Awalnya aku membuat di lembaran kertas saja, namun ternyata, narasi itu di ketik untuk mempermudah saat merecod narasi. Tanpa membuang waktu, aku langsung mengetiknya di laptop temanku. Bahan untuk feature telah selesai, tinggal ambil video di museum tersebut. Namun karena handycam dan tripot yang terbatas, menjadi penghalang untuk menyelesaikan lebih awal.

Hari berikutnya, Jum’at, 20 Maret 2015 dan Sabtu, 21 Maret 2015, aku membantu teman segardaku untuk mengambil video di berbagai tempat. Salah satunya Pasar Bantul. Pengambilan video yang kurang lebih 600 stock shoot ini, membutuhkan waktu yang cukup lama. Hari Sabtu merupakan hari finishing pengambilan video milik temanku. Namun, tanpa di duga, stock shoot itu terhapus bersih di handycm yang kami pakai. Semangat juang dan senyum lebar kami sejenak hilang. Kami kembali ke Puspadanta dengan wajah yang tidak enak di lihat.


Minggu, 22 Maret 2015. Aku di ajak liputan bersama Mas Tyas dan Sri. Tidak hanya kami bertiga saja, namun juga dibantu oleh Mas Bintang yang merupakan alumni anak prakerin Puspadanta juga.  Kami liputan di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Disana kami meliput acara lomba nyanyi dan robotic. Acara yang dimulai pukul 09:00 wib dan selesai pukul 11:00 wib ini, berjalan sangat meriah. Setelah acara selesai, kami kembali ke Puspadanta. 

Minggu Kedua

Cover ku jadi nihh 
Di kemudian hari tugas semakin datang dengan sendirinya.  hhahaaha .. tiba saatnya kami mendapat tugas dengan aplikasi corel draw yakni membuat Cover dan Label CD. Saat itu aku memilih tema hewan Penguin. Berbagai cara telah aku lakukan. Finishing didepan mata. Pak Ali datang untuk mengoreksi. ketika buah karyaku aku perlihatkan ke beliau satu komentar pertama yaitu JELEK Banget . semangatku sih sempet down banget sumpah ! tapi tak apalah dalam hatiku berkata “gapapa tutt, justru dari yang  jelek itu akan menambah pengalaman dan menjadi sang juara atau kegagalan kunci keberhasiln J” menyeleaikan tugas ini aku membutuhkan waktu sekitar 4 jam.

Hari berikutnya yakni Selasa, 10 Maret 2015 aku diajak liputan oleh Mas Tyas dan salah temanku yaitu Andrey di Gamping, Sleman, Yogyakarta . kami meliput Playgroup Islam Terpadu Taat Insan Mulia. Dalam liputan itu aku dan Andre dikasih kepercayaan untuk membuat  narasi oleh Mas Tyas. Dengan segera kami membuat narasi itu dan selesai tepat waktu. Aku menyerahkan narasi itu ke Mbak Rully untuk dikoreksi. Beberapa menit kemudian, aku dipanggil Mbak Rully untuk naik ke atas. Aku segera naik dengan rasa panik. Fikiran negatif bercampur jadi satu, namun ternyata komentar Mbak Rully sangatlah positif bagiku. Hanya saja pemilihan bahasa yang kurang tepat. Sejak itulah aku sangat semangat dalam pembuatan narasi .

Membuat narasi di ruang utama Puspadanta

Selesai aku mengerjakan narasi tersubut, tugas adobe premier melambai-lambai. Narasi yang aku buat saat itu, kujadikan bahan editanku yakni recording. Dengan liputan yang melibatkanku, recording suaraku, editan premier ku menjadikan satu buah karya news di minggu kedua ini dengan predikat nilai B diberikan Mas Tyas. Setelah tugas adobe premier ini selesai, tugas selanjutnya yaitu  membuat title yang diberikan oleh Pak Ali.

Sabtu, 14 Maret 2015 aku mulai mengerjakan tugas tersebut. Waktu menunjukan pukul 17:00 wib. Namun, tugas tersebut belum juga selesai. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan melanjutkannya di kemudia hari. 

Minggu Pertama

Sabtu 28 Februari 2015 tepatnya dua hari sebelum PI (Praktik Industri), itulah hari penuh haru ketika aku harus berpisah dengan teman-teman terlebih teman terdekatku disekolah. Nyamannya berada didekapan seorang teman adalah hal yang aku rindukan hingga detik ini. Canda tawa serta kebersamaan yang membuatku semakin rindu akan suasana dikelas. Tidak ada cerita gosip, tidak pernah lagi mendengar kehebohan alay dimanapun kita berada, dan tidak ada lagi bullyan-bullyan untuk sekedar bercanda. Tiga bulan bukanlah waktu yang singkat untuk merasakan kekonyolan itu. Jarum jam tanganku menunjukkan pukul 14:00 wib, waktu dimana suasana berubah menjadi tangis kesedihan. Satu sama lain saling berpelukan memberi pesan agar tidak lupa maem terlebih sholat lima waktu sebagaimana umat islam meenjalankannya serta menjaga diri dimanapun berada.

Menit yang lalu telah berubah menjadi detik yang menegangkan. Sekian lama kami menanti, hari yang ditunggu pun datang. Iya, Pratik Industri atau sebut saja PI. Meski berat rasa dihati untuk jauh dari teman, namun dalam hati berkata ingin berkarya.

Senin, 02 Maret 2015 adalah hari pertamaku magang di Puspadanta. Pagi itu aku bangun jam 04:30 wib dan seperti biasa aku bergegas masuk kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan mandi. Selesai mandi aku memunaikan sholat shubuh sebagaimana islam agamaku. Rasa bimbang terus menghantuiku. Entah mau berfikir dari mana, semua jadi satu dalam fikiranku. “Bagaimana mungkin aku bisa menahan rindu terhadap teman-temanku ?”ucap batinku. Tidak kupikir panjang lagi aku langsung bersiap-siap untuk berangkat PI. Jarum jam dinding rumah menunjukkan pukul 06:30 wib,  tiba-tiba temanku datang untuk menjemputku. Panggil saja Farida. Tidak lupa aku berpamitan kepada orangtua sebelum berangkat. 

Ditengah perjalanan menuju Puspadanta kami bersenda gurau. Sesampai dilokasi tempat dimana kami PI yang beralamat di Jl.Imogiri Timur Km.10 Kerto 04/05 Pleret Bantul,  salah seorang temanku sapa saja Asni sudah berada ditempat. Selang beberapa menit teman-teman prakerin  lainnya dari SMK N 1 Klaten tiba dipuspadanta. Kamipun saling sapa dengan senyuman hangat dan jabat tangan. 

Awal kami prakerin disambut ramah oleh Bapak Ali Masrum selaku Executive Producer Puspadanta. Kami di perkenalkan pula kepada Mbak Rully, Mbak Lala, Mas Ikang, Mas Tyas dan Mas Nono kepada kepada kami. Mbak Rully dan Mbak Lala adalah pembimbing naskah narasi kami sedangkan Mas Ikang, Mas Tyas, dan Mas Nono adalah pembimbing kami di bidang video editing dan pengambiln gambar. Dalam kesempatan yang sama, kami pun di perkenalkan dengan siswa dari SMK N 1 Klaten yakni Rina, Vina, Laras, Erlin, Sri, Rahma, Imah, Putri, Amel, Riska, Priska dan Diyah.  Mereka mampu menjalin silaturahmi dengan baik dan sopan. Sejak itulah kami menjadi satu keluarga di Puspadanta. Tak hanya SMK N 1 Bantul dan SMK N Klaten saja, ternyata juga ada teman-teman lain dari SMK N 6 Purworjo, SMK N 1 Purwokerto dan SMK Sragen yang melaksanakan prakerin di Puspadanta. 

Selain perkenalan kami di ajarkan materi pembuatan narasi. Dengan di pandu Mbak Rully kami semua berlatih untuk belajar bagaimana cara membentuk karakter suara yang enak di dengar. Tugas pertama prakerin di Puspadanta adalah membuat teks narasi dengan tema event di sekolah masing-masing. kesempatan kali ini, aku memilih tema “Try Out SMP/MTSn Sederjat Wilayah Kabupaten Bantul”. 

Dua jam kemudian, semua siswa magang harus mempresentasikannya. Sambil menunggu namaku dipanggil, aku terus berlatih agar maksimal saat presentasi. Tidak lama kemudian, Mbak Rully memanggilku untuk presentasi. Tidak diduga komentar yang diberikan sangat menambah semangatku, hanya saja smile voice dan pemilihan bahasanya kurang tepat. 

Hari selanjutnya, Selasa 03 Maret 2015, entah kenapa pagi itu aku tampak lebih bersemangat. Tanpa diketahui sebelumnya sebuah pertunjukan stand up comedy telah dsiapkan oleh teman-teman prakerin dari SMK Purwokerto dan SMK Sragen yang dibuat sebagi TA atau Tugas Akhir. Tidak terasa, sudah 3 jam kami mengamatinya. Tiba saatnya kami mendapat materi baru yang dipimpin oleh Mas Ikang dan Mas Tyas berupa cara pengambilan gambar yang benar tanpa goyang. 

Tugas kedua prakerin di Puspadanta berupa pengambilan 20 angel dilingkungan sekitar. Dalam tugas ini, dibentuk 3 kelompok  masing-masing terdiri dari 6 anak. Akubergabung dengan kelima temanku dari SMK N 1 Bantul. Saat itu juga kami bergegas untuk segera menyelesaikan tugas tersebut. Azan dhuhur berkumandang kami makan dan sholat sebagimana islam agamanya. 5 jam kurang lebihnya kami berproses, kembalilah kami ke Puspadanta tercinta. Sampai di Puspadanta, Mas Ikang dan Mas tyas mengoreksi hasil satu persatu, tiba waktunya hasilku dikoreksi. Dagdigdugderrrr rasanya, dalam hati sih hasilku udah bagus dan tidak ada yang goyang . eh ternyata bener enggak ada yang goyang sama sekali, hanya kayak gempa. Adduuuhh sumpah langsung syok banget. Dan yang bikin pikiran itu 1 angel goyang maka harus mengganti 2x lipatnya. 

Kesimpulannya hasilku harus ngulang 40x ! “enak wooee”batinku. Tapi tidak hanya hasilku saja yang mengulang 40x angel, namun masih banyak siswa prakerin  lain yang juga mengulang. Nyaman dikitlah ada temennya. Hahaaaa ...

Hari semakin sore. Matahari terbenam bersama cerahnya cahaya awan dilangit. Hingga tiba saatnya hari ketiga magang di Puspadanta tiba. Saat itu aku bersama temanku Farida berangkat lebih awal untuk mempersiapkan handicam yang akan dipakai kami. Setelah anggota kelompok kami berkumpul, tanpa membuang waktu kami langsung bergegas untuk mengulang pengambilan gambar hari kemarin. Hasilnya sih lumayan daripada yang pertama. Ada peningkatanlah dari 40 angel menjadi 20 angel. Agak tentrem dikitlahh. Hahaa .

Hari berikutnya, materi sudah di siapkan oleh Mbak Rully yakni cara recording narasi. 2 jam aku berlatih. Aku memberanikan diri untuk recording yang didampingi salah satu teman prakerin dari SMK Sragen sebut saja Sri. Kesempatan kali ini, aku membaca narasi yang berjudul “Program ATI diKelurahan Umbulharj DIY”. Satu difikaranku saat itu bagaimana caranya aku bisa menyelesaikan take shoot itu !

Keesokan harinya aku berfikir ini hari keberuntunganku. Tanpa disangka fikiran itu jadi kenyataan . Yakni aku dapat menyelesaikan tugas take shoot video tersebut. Meskipun dalam jangka waktu yang cukup panjang. Senyum lepasku dapat kurasakan setelah pembimbingku memberikan nilai dibuku laporanku. Yang berawal dari C menjadi B. Aku pulang tanpa beban dibenakku. Malam itu pun aku dapat tidur dengan pulas.